Rabu, 29 Juni 2011

jawaban Soal filsafat Pascasarjana TP

Oleh : Mudoyo
1. Jelaskan konsep filsafat dan perannya bagi pengembangan ilmu.

Filsafat ilmu adalah cabang filsafat pengetahuan yang mengkaji hakikat ilmu. Pengkajian tersebut dilakukan dari 3 pendekatan: ontologis, epistemologis, dan aksiologis..
Ontologi berkenaan dengan objek yang menjadi kajian ilmu dan batas-batas kajian yang membedakan ilmu dengan jenis pengetahuan lainnya, seperti agama misalnya
Epistemologi berkenaan dengan cara pengembangan ilmu, prosedur pengembangan ilmu, dan kriteria agar pengembangan ilmu tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Aksiologi membicarakan pemanfaatan ilmu. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah bagaimana ilmu itu dapat dimanfaatkan tanpa menimbulkan kemudlorotan bagi umat manusia dan lingkungannya
Ilmu pengetahuan, studi sistematis tentang apa pun yang dapat diperiksa, diuji, dan diverifikasi. Ilmu Kata ini berasal dari kata Latin scire, yang berarti "tahu." Dari awal awal, ilmu pengetahuan telah berkembang menjadi salah satu bidang terbesar dan paling berpengaruh dari usaha manusia. Hari ini berbagai cabang ilmu pengetahuan menyelidiki hampir segala sesuatu yang dapat diamati atau dideteksi, dan ilmu pengetahuan sebagai bentuk keseluruhan cara kita memahami alam semesta, planet kita, diri kita sendiri, dan makhluk hidup lainnya....
.Peranan filsafat
a.Pendobrak
Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan
b.Pembebas
Filsafat membebaskan manusia dari segala jenis “penjara” yang mempersempit ruang gerak akal budimanusi
c.Pembimbing
Bagaimanakah filsafat dapat membebaskan manusia dari segala jenis “penjara” yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia itu.

2. Jelaskan konsep filsafat ilmu dan manfaatnya bagi mahasiswa Program Pascasarjana.
Beranjak dari pengertian filsafat dan filsafat ilmu di atas maka filsafat ilmu memiliki implikasi dan manfaat terhadap mahasiswa pasca sarjana sebagai seorang ilmuwan dengan spesifiaksi bidang keilmuan yang dimiliki (khususnya kami di Teknologi Pendidikan):
1. Bagi mahasiswa yang mempelajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial untuk menjadi landasan berpijak yang kuat. Ini berarti bagi ilmuwan sosial perlu mempelajari dasar-dasar ilmu alam secara global, sebaliknya ilmuwan ilmu alam perlu memahami dasar-dasar ilmu sosial. Sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif dan berguna untuk memcahkan masalah-masalah kemanusiaan.
2. Menjadi mahasiswa tidak berpola pikir menara gading, yaitu berfikir parsialisme. Tetapi menjadikan mahasiswa mampu mengaitkan berbagai disiplin ilmu dengan realitas kehidupan sosial kemasyarakatan
3. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga menjadikan mahasiswa menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Artinya, mahasiswa pasca sarjana sebagai seorang ilmuwan harus memiliki sikap kritis terhadap bidang ilmunya sendiri, sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap paling tahu dan “sok” tahu. Karena dengan berfikir filsafati memunculkan kedasaran diri semakin mengerti ketidaktahuannya akan segala sesuatu.
4. Menjadikan mahasiwa berfikir logis-rasional. Hal ini dikarenakan filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional, agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.



3 Salah satu karakteristik berpikir filsafati adalah komprehensif. Jelaskan hal itu dan beri
ilustrasi di bidang keilmuan.
Karakteristik berpikir filsafat yakni:
1. Sifat menyeluruh: seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu dari sudut pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah ilmu ini akan membawa kebahagian dirinya. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa sombong dan paling hebat. Di atas langit masih ad langit. contoh: Socrates menyatakan dia tidak tahu apa-apa.
2. Sifat mendasar: yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan? Apakah kriteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa? Seperti sebuah pertanyaan yang melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.
3. Spekulatif: dalam menyusun sebuah lingkaran dan menentukan titik awal sebuah lingkaran yang sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi proses, analisis maupun pembuktiannya. Sehingga dapat dipisahkan mana yangmlogis atau tidak. Ontology ilmu berkaitan dengan apa yang menjadi bidang telaah ilmu. Saya sependapat bahwa bidang kajian ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dapat diamati dan diukur. Artinya bidang kajian ilmu adalah segala sesuatu yang berada didalam jangkauan pengalaman manusia. Pengalaman disini menunjukkan tentang adanya sesuatu yang telah kita alami dan kita mempunyai kesempatan untuk mengkomunikasikan pengalaman tersebut kepada orang lain atau yang kita sebut dengan empiris. Sedangkan hal-hal yang diluar jangkauan pengalaman manusia, misalnya apa yang terjadi sesudah seseorang meninggal dunia, bukan merupakan bidang kajian ilmu. Kiranya sampai saat ini belum pernah ada orang yang pulang kembali dari alam kubur dan menceritakan pengalamannya di alam kubur.

4. “Objek kajian ilmu adalah hal-hal yang dapat diamati dan terukur”. Apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut? Jelaskan alasan Anda.
Ontology ilmu berkaitan dengan apa yang menjadi bidang telaah ilmu. Saya sependapat bahwa bidang kajian ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dapat diamati dan diukur. Artinya bidang kajian ilmu adalah segala sesuatu yang berada didalam jangkauan pengalaman manusia. Pengalaman disini menunjukkan tentang adanya sesuatu yang telah kita alami dan kita mempunyai kesempatan untuk mengkomunikasikan pengalaman tersebut kepada orang lain atau yang kita sebut dengan empiris. Sedangkan hal-hal yang diluar jangkauan pengalaman manusia, misalnya apa yang terjadi sesudah seseorang meninggal dunia, bukan merupakan bidang kajian ilmu. Kiranya sampai saat ini belum pernah ada orang yang pulang kembali dari alam kubur dan menceritakan pengalamannya di alam kubur.
Fakta empiris adalah fakta yang dapat langsung dialami langsung oleh manusia dengan mempergunakan pancainderanya. Ruang lingkup kemampuan panca indera manusia dan peralatan yang dikembangkan sebagai pembantu panca indera tersebut membentuk apa yang disebut dunia empiris. Dunia empiris inilah yang menjadi obyek kajian ilmu. Karena dapat diukur dan diamati melalui panca indera dan peralatan bantu lainnya. Dalam batas-batas ini ilmu pengetahuan mempelajari obyek-obyek empiris seperti batu-batuan, binatang, tumbuh-tumbuhan, hewan atau manusia itu sendiri. Ilmu mempelajari berbagai gejala dan peristiwa yang menurut anggapannya mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Berdasarkan obyek yang ditelaahnya,maka ilmu dapat disebut sebagai suatu pengetahuan empiris, dimana obyek –obyek yang berbeda diluar jangkauan manusia tidak dapat dimasukkan ke dalam ciri ilmu yaitu orientasi pada dunia empiris.




5. Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. Apa yang Anda ketahui tentang konsep metode ilmiah? Bagaimana metode ilmiah tersebut terefleksi/tercermin dalam struktur penelitian untuk penulisan tesis Anda?
Metode ilmiah adalah salah satu cara dalam memperoleh suatu pengetuhuan yang didalamnya terdapat suatu rangkaian prosedur tertentu yang harus diikuti untuk mendapatkan jawaban tertentu dari pernyataan yang tertentu pula. Prosedur ilmiah tersebut adalah:
1. Perumusan masalah
2. Penyusunan kerangka berpikir
3. Pengajuan hipotesis
4. Pengujian hipotesis
Penarikan simpulan Implementasi metode ilmiah tampak pada langkah-langkah
penelitian Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.
1. Penelaahan kepustakaan.
2. Penyusunan hipotesis.
3. Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variable- variabel.
4. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data.
5. Penyusunan rancangan penelitian.
6. Penentuan sample.
7. Pengumpulan data.
8. Pengolahan dan analisis data.Metode ilmiah dapat digambarkan dalam gambar berikut: rancangan penelitian kuantitati

-----




Rancangan penelitian kualitatif



---------- ------------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar